Thu. Sep 22nd, 2022

    Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah kanker ganas yang berkaitan dengan sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membentuk pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker.

    Cairan limfatik sendiri adalah cairan putih menyerupai susu yang mengandung protein lemak dan limfosit yang semuanya mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh limfatik.

    Gejala umum yang dikrasakan penderita kanker kelenjar getah bening meliputi pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha.

    Klasifikasi dan Gejala Kanker Getah Bening

    1. Hodgkin’s

    Merupakan jenis limfoma yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening dan limpa tanpa disertai rasa sakit. Kanker ini sangat progresif pada beberapa jaringan limfoid dan pertumbuhan abnormal sel terjadi secara cepat. Faktor resiko terkena kanker getah bening jenis Hodgkin’s:

    • Pria/wanita usia 15-38 tahun dan usia di atas 50 tahun.
    • Mempunyai kelainan dalam fungsi sistem kekebalan seluler tubuh (sel-T) meskipun produksi antibodi normal.

    Gejala terkena kanker getah bening jenis Hodgkin’s:

    • Pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening disekujur tubuh : leher, ketiak, dan lipat paha (tidak terasa nyeri).
    • Demam, berkeringat pada malam hari, kurang nafsu makan, dan berat badan turun.
    • Pada beberapa orang, kadang-kadang menyerang dada yang menyebabkan gangguan pernafasan.

    Semakin berkembang, sel-sel abnormal akan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya dan mulai menyerang struktur lain termasuk paru-paru, hati, dan organ-organ abdominal.

    1. Non-Hodgkin

    Merupakan kanker ganas yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfe lainnya. Limfoma jenis ini lebih sering terjadi pada pria terutama pada usia di atas 50 tahun. Gejala-gejala kanker getah bening jenis non-hodgkin:

    • Pembesaran kelenjar getah bening/limfonodus.
    • Pembesaran tonsil dan kelenjar adenoid, limfonodus di leher dan sekitarnya menjadi kemerahan.
    • Limfoma yang berkembang menunjukkan gejala demam, berkeringat pada malam hari, lelah, dan berat badan menurun.

    Jangan menunda untuk mengambil langkah-langkah penting apabila gejala-gejala yang disebutkan di atas sudah terlihat. Semakin cepat diobati semakin besar harapan untuk sembuh.

    Pengobatan Kanker Getah Bening

    Jika Anda memilih pengobatan kanker secara medis, maka cara-cara pengobatan kanker getah bening antara lain kemoterapi, terapi antibodi monoklonal, terapi radiasi, transplantasi, pembedahan, terapi eksperimental.

    Tetapi, pengobatan seperti di atas dapat menimbulkan efek samping negatif seperti kerontokan rambut, mual dan muntah, demam dan keringat pada malam hari, merasa lelah, serta penurunan berat badan akibat hilangnya nafsu makan. Bila ingin menghindari efek samping tersebut, Anda dapat mempertimbangkan alternatif pengobatan kanker getah bening dengan pengunaan herbal.

    Sarang Semut adalah salah satu herbal dari Papua yang dapat Anda yakini khasiatnya karena telah terbukti secara empiris sebagai obat kanker dan tumor. Apa yang menjadikannya begitu berkhasiat menumpas kanker dan tumor? Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan kanker yang telah terungkap diantaranya:

    • Inaktivasi karsinogen
      — Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
    • Antiproliferasi
      — Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
    • Penghambatan siklus sel
      — Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam  siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
    • Induksi apoptosis dan diferensiasi
      — Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
    • Inhibisi angiogenesis
      — Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
    • Pembalikan resistensi multi-obat
      — Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

    Selain itu, Sarang Semut juga mengandung Tokoferol yang juga berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya.

    Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. “Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya”, ujar Ahmad Sulaeman PhD, Doktor Ahli Nutrisi Alumnus University of Nebraska Lincoln. Selain itu, ia juga mengungkapkan, bahwa peran vitamin E bagi kesehatan amat vital, dimana ia mencegah komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

    Maka, kandungan senyawa ini juga merupakan salah satu senyawa yang memegang peranan penting sebagai antikanker.Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%. Sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

    Artinya, persentase efektivitas antioksidan dalam Sarang Semut akan bekerja jauh lebih kuat dalam tubuh. Hal ini baik dalam menumpas tumor dan kanker dalam tubuh. Maka tidak heran herbal ini dikenal memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker.

    Tak heran jika penggunaan Sarang semut dalam pengobatan kanker getah bening makin diminati. Tanaman herbal ini telah terbukti secara empiris sebagai obat kanker, termasuk dalam pengobatan kanker getah bening.

    Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Hal ini terlihat dari pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001.

    Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, “Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya”.

    Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!

    Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, “Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia.”

    Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladitikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

    Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker getah bening, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

    Dengan Sarang Semut Anda bisa mendapatkan kesembuhan dan kesehatan yang maksimal tanpa mengeluarkan banyak uang, tanpa harus melalui proses pengobatan yang panjang, menyakitkan, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping. Dalam banyak kasus, para penderita kanker sudah dapat merasakan hasilnya setelah 1-2 bulan penggunaan saja.

    By pernik desa

    Sebuah Blog yang mengabarkan apapun yang berguna dan bermanfaat

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.