Mon. May 9th, 2022

    Pernahkan Anda menyadari bahwa kehidupan ini merupakan rangkaian ilmu pengetahuan yang harus dikuasai? Ada banyak hal dalam kehidupan yang harus dihadapi dan selanjutnya dipecahkan sebagai wujud tanggung jawab Anda terhadap kehidupan.

    Dan, karena keterbatasan yang dimiliki, maka Anda harus terus berusaha untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan tersebut. Hal tersebut karena ilmu pengetahuan menjadi kunci untuk dapat menghadapi kehidupan dengan sebaik-baiknya dan tidak mengalami kesulitan karenanya.

    Ilmu adalah sebuah cara yang dipakai untuk mempelajari suatu aspek agar Anda dapat memahami dan selanjutnya menguasainya sebagai kompetensi diri. Sementara pengetahuan adalah segala hal yang menjadikan Anda mengetahui seluk beluk aspek kehidupan. Dengan demikian Anda dapat mengartikan secara bebas bahwa ilmu pengetahuan adalah cara yang di pakai untuk mempelajari segala sesuatu yang ada dalam aspek kehidupan.

    Untuk menguasai semua itu, maka salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah dengan menempuh pendidikan atau mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran. Dan, proses tersebut diikuti pada institusi in formal maupun formal serta non formal. In formal berarti di lingkungan keluarga, formal berarti di lingkungan sekolah, dan non formal berarti di lingkungan masyarakat. Berbagai ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari ketiga proses tersebut, di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.

    Pendidikan Formal Sebagai Harapan Utama

    Pendidikan formal memang pendidikan yang secara resmi diselenggarakan dan mendapatkan pengakuan masyarakat luas. Dengan mengikuti proses pendidikan formal, maka diharapkan Anda dapat mempunyai kompetensi yang layak diabdikan untuk masyarakat.

    Pada sisi lainnya, eksistensi pendidikan formal memang sedemikian rupa sehingga selanjutnya hasil proses pendidikannya dapat dijadikan sebagai branding self setiap peserta didik. Dengan segala bekal yang didapat dari proses pendidikan formal, baik nilai sikap, ilmu pengetahuan maupun keterampilan. Aspek dasar inilah yang didapatkan dari proses pendidikan formal di sekolah.

    Karena eksistensi pendidikan formal yang sedemikian rupa, maka masyarakat selalu mengirimkan anak-anaknya untuk mengikuti proses yang ada. Apalagi pola pemikiran bangsa yang masih berorientasi pada selembar kertas yang bernama ijasah.

    Untuk dapat bekerja dengan baik, diharuskan mempunyai ijasah, yaitu bukti bahwa telah berhasil mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran serta mendapatkan ilmu pengetahuan yang layak. Tanpa adanya ijasah, jangan harap mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak di negeri ini.

    Bahkan, dengan keterampilan yang dimiliki, walaupun sudah sangat ahli jika tidak didampingi dengan ijasah dan tidak signifikan dengan keahlian Anda, maka semua itu tidak ada gunanya. Ijasah sebagai perwujudan penguasaan ilmu pengetahuan menjadi satu-satunya kelayakan Anda mendapatkan pekerjaan.

    Anda belum dapat mengalihkan orientasi pada keterampilan keahlian yang dimiliki. Tidak bersekolah, berarti tidak laku untuk lapangan pekerjaan yang ada, kecuali jika Anda bekerja sendiri, wirausaha.

    Mengaplikasikan Pengetahuan Dengan Skill Prima

    Kenyataan dalam kehidupan memang sangat menyakitkan, dimana harus mengikuti pendidikan formal, hanya untuk mendapatkan selembar ijasah agar diakui sebagai orang yang berkompeten. Kondisi yang sangat tidak adil. Hal ini mengingat bahwa untuk memenuhi hal tersebut, maka harus mempunyai kondisi yang benar-benar siap.

    Sementara kita mengetahui bahwa untuk mengikuti proses pendidikan dibutuhkan dana pembiayaan yang tidak sedikit. Pemenuhan dana pendidikan inilah yang seringkali menjadi alasan klasik sehingga Anda tidak dapat berkutik dan mengalah pada keadaan.

    Biaya pendidikan di negeri ini merupakan sebuah kontradiksi berkepanjangan. Pada satu sisi digembar-gemborkan pendidikan murah, kalau tidak dapat dikatakan gratis, tetapi di lapangan justru sebaliknya, mahal sekali.

    Oleh karena itulah, Anda perlu mengantisipasi kondisi dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar tidak terjebak pada kondisi yang sangat merugikan. Anda harus dapat mengkondisikan diri sehingga mempunyai kemampuan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Ilmu pengetahuan yang di dapatkan, baik secara in formal, formal, maupun non formal seharusnya di berdayakan dengan mengaplikasikan keahlian yang Anda miliki.

    Akhirnya, jika Anda dapat menguasai dua aspek dasar ini, maka setidaknya hal tersebut merupakan satu kemampuan yang sangat berarti bagi eksistensi Anda dalam kehidupan. Ketika Anda menguasai ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya dengan keterampilan yang dimiliki, maka pada saat itulah Anda dapat menguasai dunia. Hal tersebut dapat diindikasikan dari kondisi kehidupan yang lebih baik.

    Oleh karena itulah, belajarlah sebaik mungkin dan imbangi dengan melatih berbagai keterampilan yang dapat menunjang kemampuan intelektual. Ilmu pengetahuan akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan keterampilan aplikatif.

    Manusia seutuhnya adalah manusia yang menguasai tiga aspek kehidupan dengan dengan sebaik-baiknya, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Maka jadilah manusia-manusia seutuhnya untuk kehidupan yang lebih baik. Jadilah penguasa dunia melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan aplikatif bagi kehidupan.

     

    (Oleh: AnneAhira.com Content Team )

    By pernik desa

    Sebuah Blog yang mengabarkan apapun yang berguna dan bermanfaat

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    %d bloggers like this: